Pernah mendengar ungkapan berikut?
HANYA COWOK MISKIN YANG MENGATAKAN CEWEK ITU MATRE
Saya sempat tertawa saat membaca tulisan tersebut ketika teman saya menunjukkannya kepada saya.
Bagi saya pribadi, ungkapan itu sama sekali tidak tepat karena kata MATRE / MATERIALISTIS sendiri sudah berarti selalu menilai semuanya dari segi material dan dalam hal ini adalah uang. Jadi saya pribadi menganggap ungkapan tersebut hanya sebagai kata-kata lucu saja.
Tetapi yang menarik adalah bahwa di dalam dunia properti ternyata teknik penyajian kata-kata tersebut hampir mirip dengan yang selama ini menjadi mindset saya di dunia properti yaitu :
SEGMEN PEMBELI YANG TIDAK TEPAT AKAN MENGATAKAN PROPERTI YANG KITA PASARKAN TIDAK TEPAT UNTUK MEREKA.
Segmen yang tidak tepat di sini bisa berarti tidak tepat dari sisi harga, selera, dll sehingga segmen tersebut sering memberikan istilah properti yang buruk (untuk mereka)
Ada banyak alasan pribadi dari setiap pembeli untuk tidak membeli suatu properti dimana artinya JIKA SEGMEN PEMBELINYA TEPAT TENTU DIA AKAN MENGATAKAN PROPERTI YANG KITA PASARKAN TEPAT UNTUK YANG BERSANGKUTAN.
Jadi bisa kita tarik kesimpulan :
TIDAK ADA PROPERTI YANG TIDAK TEPAT SEJAUH KITA MEMASARKAN PROPERTI TERSEBUT KE SEGMEN YANG TEPAT.
Dengan mindset tersebut di atas, sebagai agen properti tentu tidak akan lagi beranggapan ada properti yang buruk atau tidak tepat melainkan SELALU MENCARI SEGMEN YANG TEPAT untuk setiap properti yang dipercayakan kepada agen properti yang bersangkutan.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.
Friday, November 1, 2013
Sunday, October 20, 2013
BERAWAL DARI MINDSET
2012 adalah tahun spesial buat saya pribadi. Akhir tahun 2012 saya kembali menggeluti bidang bisnis baru yang sama sekali berbeda dari bidang bisnis saya sebelumnya. Jika sebelumnya saya menggeluti bidang bisnis IT maka pada tahun 2012 saya menggeluti bidang bisnis Property Agent.
Perubahan bidang bisnis ini juga bukan hal baru bagi saya tetapi kembali saya menemukan satu kenyataan yang mempertegas pemahaman saya bahwa APAPUN BIDANG BISNISNYA, SEMUA BERAWAL DARI MINDSET.
Perbedaan bidang bisnis ini otomatis juga menuntut mindset yang berbeda. Dalam bidang Property Agent, mindset yang pertama kali harus dimiliki oleh seorang Property Agent adalah :
Saya adalah seorang Property Agent. Tugas saya adalah MEMASARKAN properti yang DIPERCAYAKAN kepada saya kepada SEGMEN YANG TEPAT.
Jika kita perhatikan mindset di atas, maka kita bisa menemukan 3 poin penting sebagai berikut :
1. Tugas seorang Property Agent adalah MEMASARKAN (BUKAN sekedar MENJUAL).
2. Seorang Property Agent harus menyadari bahwa listing yang harus dipasarkan merupakan bentuk KEPERCAYAAN dari pemilik properti kepada Property Agent yang bersangkutan.
3. Setelah dipercaya untuk memasarkan properti oleh pemilik properti, Tugas seorang Agent Property adalah MENEMUKAN SEGMEN YANG TEPAT untuk mendapatkan peminat atas properti tersebut.
Jika melihat definisi mindset sendiri (sikap mental yang mapan yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang) maka sudah seharusnya seorang Property Agent benar-benar concern dalam memahami bahkan menghayati mindset tersebut.
Dan jika kita sepakat pada judul dari artikel ini (Berawal Dari Mindset) maka kita juga sepakat bahwa mindset yang benar merupakan awal yang benar dan awal yang benar akan memberikan pola pikir dan perilaku yang benar, demikian pula sebaliknya.
Semoga artikel singkat ini bermanfaat buat anda.
Perubahan bidang bisnis ini juga bukan hal baru bagi saya tetapi kembali saya menemukan satu kenyataan yang mempertegas pemahaman saya bahwa APAPUN BIDANG BISNISNYA, SEMUA BERAWAL DARI MINDSET.
Perbedaan bidang bisnis ini otomatis juga menuntut mindset yang berbeda. Dalam bidang Property Agent, mindset yang pertama kali harus dimiliki oleh seorang Property Agent adalah :
Saya adalah seorang Property Agent. Tugas saya adalah MEMASARKAN properti yang DIPERCAYAKAN kepada saya kepada SEGMEN YANG TEPAT.
Jika kita perhatikan mindset di atas, maka kita bisa menemukan 3 poin penting sebagai berikut :
1. Tugas seorang Property Agent adalah MEMASARKAN (BUKAN sekedar MENJUAL).
2. Seorang Property Agent harus menyadari bahwa listing yang harus dipasarkan merupakan bentuk KEPERCAYAAN dari pemilik properti kepada Property Agent yang bersangkutan.
3. Setelah dipercaya untuk memasarkan properti oleh pemilik properti, Tugas seorang Agent Property adalah MENEMUKAN SEGMEN YANG TEPAT untuk mendapatkan peminat atas properti tersebut.
Jika melihat definisi mindset sendiri (sikap mental yang mapan yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang) maka sudah seharusnya seorang Property Agent benar-benar concern dalam memahami bahkan menghayati mindset tersebut.
Dan jika kita sepakat pada judul dari artikel ini (Berawal Dari Mindset) maka kita juga sepakat bahwa mindset yang benar merupakan awal yang benar dan awal yang benar akan memberikan pola pikir dan perilaku yang benar, demikian pula sebaliknya.
Semoga artikel singkat ini bermanfaat buat anda.
Monday, December 13, 2010
Pekerjaan dan Kemuliaan Tuhan
Bila ku renungkan
Betapa beruntungnya diriku
Ku dapat mengenalMu
dan merasakan kasihMu
Bila ku bayangkan
Mengapa Kau menyelamatkanku
Ku bersyukur selalu
Kau ada dalam hidupku
Walau saat ini dunia tak mengerti
Mengapa hatiku mengasihiMu
Suatu saat nanti pasti kan terbukti
Kau pilihan terbaikku
******
Pagi ini saya tersentuh dengan lagu yang dinyanyikan oleh Nikita, mantan penyanyi cilik yang sekarang sudah beranjak remaja.
Satu hal yang seringkali lupa saya syukuri bahwa betapa beruntungnya saya mengenal Tuhan, mengerti dan merasakan kasihNya. Hal ini sepintas terlihat biasa-biasa saja tetapi saya jadi merinding jika membayangkan bagaimana halnya jika saya tidak mengenal Tuhan dan suaraNya melalui nurani saya.
Terbayang betapa kerasnya hidup di saat ini. Kualitas hasil pekerjaan yang seharusnya menjadi tujuan dari pekerjaan dan sebagai karya yang membanggakan dan digunakan untuk memuliakan Tuhan sudah tergeser oleh uang sebagai tujuan dari pekerjaan.
Tidak jarang karena tujuan-tujuan tersebut timbul perselisihan yang tidak seharusnya terjadi. Hasil pekerjaan yang seharusnya kembali kita gunakan untuk memuliakan Tuhan malah menjadi bumerang saat menjadi sumber perselisihan.
Tidak jarang karena ingin secepatnya mendapatkan uang dalam jumlah tertentu, malah kadang-kadang dalam jumlah sebanyak-banyaknya, seseorang melakukan jalan-jalan pintas yang jelas tidak berada di jalan yang dikehendaki Tuhan.
Mengingat itu semua sekalipun merinding sekaligus juga saya bersyukur bahwa saya masih diberi keberuntungan mengenal Tuhan dan selalu melakukan refresh terhadap tujuan pekerjaan saya untuk kembali kepada tujuan semula yaitu berkarya dan memuliakan Tuhan.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa uang juga diperlukan, tetapi puji Tuhan hingga saat ini saya diberikan pengertian bahwa uang merupakan besaran nilai karya saya dan kualitas diri saya, bukan tujuan utama. Semakin berkualitas hasil karya saya dan semakin berkualitas diri saya, maka penghargaan yang seringnya berupa uang ini akan meningkat dengan sendirinya. Sehingga, saat ini, saya masih berpandangan bahwa jika ingin lebih sejahtera, maka yang perlu ditingkatkan adalah kualitas diri saya dan ini akan berdampak pada meningkatnya kualitas hasil karya saya dan semakin berkualitas hasil karya seseorang akan semakin berharga pula hasil karya tersebut.
Semoga sampai nanti saya masih bisa tetap diperkenankan mengenal Tuhan dan berjalan di jalan yang dikehendaki olehNya. Semoga saat saya bekerja saya masih tetap berorientasi untuk memuliakan Tuhan melalui cara kerja dan hasil karya pekerjaan saya, walaupun mungkin terlihat tidak lazim di jaman sekarang ini.......
"Walau saat ini dunia tak mengerti
Mengapa hatiku mengasihiMu
Suatu saat nanti pasti kan terbukti
Kau pilihan terbaikku"
Thx GOD!
Betapa beruntungnya diriku
Ku dapat mengenalMu
dan merasakan kasihMu
Bila ku bayangkan
Mengapa Kau menyelamatkanku
Ku bersyukur selalu
Kau ada dalam hidupku
Walau saat ini dunia tak mengerti
Mengapa hatiku mengasihiMu
Suatu saat nanti pasti kan terbukti
Kau pilihan terbaikku
******
Pagi ini saya tersentuh dengan lagu yang dinyanyikan oleh Nikita, mantan penyanyi cilik yang sekarang sudah beranjak remaja.
Satu hal yang seringkali lupa saya syukuri bahwa betapa beruntungnya saya mengenal Tuhan, mengerti dan merasakan kasihNya. Hal ini sepintas terlihat biasa-biasa saja tetapi saya jadi merinding jika membayangkan bagaimana halnya jika saya tidak mengenal Tuhan dan suaraNya melalui nurani saya.
Terbayang betapa kerasnya hidup di saat ini. Kualitas hasil pekerjaan yang seharusnya menjadi tujuan dari pekerjaan dan sebagai karya yang membanggakan dan digunakan untuk memuliakan Tuhan sudah tergeser oleh uang sebagai tujuan dari pekerjaan.
Tidak jarang karena tujuan-tujuan tersebut timbul perselisihan yang tidak seharusnya terjadi. Hasil pekerjaan yang seharusnya kembali kita gunakan untuk memuliakan Tuhan malah menjadi bumerang saat menjadi sumber perselisihan.
Tidak jarang karena ingin secepatnya mendapatkan uang dalam jumlah tertentu, malah kadang-kadang dalam jumlah sebanyak-banyaknya, seseorang melakukan jalan-jalan pintas yang jelas tidak berada di jalan yang dikehendaki Tuhan.
Mengingat itu semua sekalipun merinding sekaligus juga saya bersyukur bahwa saya masih diberi keberuntungan mengenal Tuhan dan selalu melakukan refresh terhadap tujuan pekerjaan saya untuk kembali kepada tujuan semula yaitu berkarya dan memuliakan Tuhan.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa uang juga diperlukan, tetapi puji Tuhan hingga saat ini saya diberikan pengertian bahwa uang merupakan besaran nilai karya saya dan kualitas diri saya, bukan tujuan utama. Semakin berkualitas hasil karya saya dan semakin berkualitas diri saya, maka penghargaan yang seringnya berupa uang ini akan meningkat dengan sendirinya. Sehingga, saat ini, saya masih berpandangan bahwa jika ingin lebih sejahtera, maka yang perlu ditingkatkan adalah kualitas diri saya dan ini akan berdampak pada meningkatnya kualitas hasil karya saya dan semakin berkualitas hasil karya seseorang akan semakin berharga pula hasil karya tersebut.
Semoga sampai nanti saya masih bisa tetap diperkenankan mengenal Tuhan dan berjalan di jalan yang dikehendaki olehNya. Semoga saat saya bekerja saya masih tetap berorientasi untuk memuliakan Tuhan melalui cara kerja dan hasil karya pekerjaan saya, walaupun mungkin terlihat tidak lazim di jaman sekarang ini.......
"Walau saat ini dunia tak mengerti
Mengapa hatiku mengasihiMu
Suatu saat nanti pasti kan terbukti
Kau pilihan terbaikku"
Thx GOD!
Subscribe to:
Posts (Atom)