Pulang dari acara nongkrong reguler dengan teman-teman, saya sempat nonton film di TV. Kebetulan filmnya "Bruce Almighty" yang walaupun film lama tapi termasuk salah satu film yang saya sukai.
Pada intinya film ini bercerita tentang cinta dan kehendak bebas (free will) yang dimainkan oleh Jim Carrey (Bruce), Jennifer Aniston (Grace) dan Morgan Freeman (Tuhan).
Singkat kata, pada bagian akhir ada nasehat yang menarik dari "Tuhan" yang saat itu memberikan nasehat kepada Bruce :
Seorang ibu yang sendirian mampu mengasuh kedua anaknya dengan baik, itu adalah keajaiban...
Seorang anak yang lahir di lingkungan "hitam" yang menolak narkoba dan memilih pendidikan, itu adalah keajaiban...
Apakah kau ingin melihat keajaiban, nak? Jadilah keajaiban itu...
Sebuah nasehat yang sederhana tetapi mempunyai banyak makna dan saya ingin membagikan salah dua makna dari sudut pandang saya yaitu :
1. Jangan mencari-cari alasan yang melemahkan
2. Andalah keajaiban itu
Jangan Mencari-Cari Alasan Yang Melemahkan
Di saat kita sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah dan kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan maka lakukanlah itu, jangan membuat alasan-alasan yang melemahkan kita.
Di saat kita memilih melakukan hal-hal baik, walaupun saat itu kita berada di lingkungan yang kurang baik, itu sudah termasuk mukjizat.
Kita mempunyai cinta dan kehendak bebas, jadi walaupun lingkungan buruk itu sedikit banyak berpengaruh pada kita tetapi kita mempunyai kehendak bebas untuk memilih apa yang akan kita lakukan.
Andalah Keajaiban Itu
Seringkali kita lebih suka mencari mukjizat tanpa menyadari bahwa kita bisa melakukan mukjizat itu. Hal-hal yang menurut kita kecil dan tidak akan membuahkan perubahan yang drastis seringkali menjadi inspirasi bahkan merupakan mukjizat bagi sesama kita.
Pernah suatu ketika di dalam persekutuan doa, seperti biasa umat yang hadir dipersilakan mengucapkan doa syukur. Saat itu saya saya mengucapkan doa syukur atas kebaikan Tuhan. Menurut saya biasa saja.
Pada akhir persekutuan doa itu, seperti biasa ada sesi kesaksian, ternyata ada salah satu teman saya yang sedang menanggung beban memberikan kesaksiannya bahwa dia merasa tersentuh atas ucapan syukur saya dan beban yang dia merasa lebih bersemangat untuk menanggung dan menghadapi bebannya dan dari kesaksian dia ada beberapa teman-teman lain yang bersyukur dan belajar dari peristiwa ini dan akhirnya sebagian besar umat merasa bersyukur.
Saya belajar dari kejadian tersebut bahwa sekecil apapun kebaikan yang bisa kita lakukan maka lakukanlah. Kita tidak pernah tahu seberapa besar akibat dari perbuatan baik yang menurut kita kecil itu.
Pada akhir tulisan ini saya mencoba menyimpulkan buat saya sendiri dan buat anda yang setuju :
SUKSES ADALAH SAAT KARYA KITA BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN. DENGAN CINTA DAN KEHENDAK BEBAS YANG KITA MILIKI, KITA BISA MENJADI KEAJAIBAN BAGI SEKELILING KITA.
Sunday, January 26, 2014
Friday, November 1, 2013
Properti Bagus dan Properti Buruk
Pernah mendengar ungkapan berikut?
HANYA COWOK MISKIN YANG MENGATAKAN CEWEK ITU MATRE
Saya sempat tertawa saat membaca tulisan tersebut ketika teman saya menunjukkannya kepada saya.
Bagi saya pribadi, ungkapan itu sama sekali tidak tepat karena kata MATRE / MATERIALISTIS sendiri sudah berarti selalu menilai semuanya dari segi material dan dalam hal ini adalah uang. Jadi saya pribadi menganggap ungkapan tersebut hanya sebagai kata-kata lucu saja.
Tetapi yang menarik adalah bahwa di dalam dunia properti ternyata teknik penyajian kata-kata tersebut hampir mirip dengan yang selama ini menjadi mindset saya di dunia properti yaitu :
SEGMEN PEMBELI YANG TIDAK TEPAT AKAN MENGATAKAN PROPERTI YANG KITA PASARKAN TIDAK TEPAT UNTUK MEREKA.
Segmen yang tidak tepat di sini bisa berarti tidak tepat dari sisi harga, selera, dll sehingga segmen tersebut sering memberikan istilah properti yang buruk (untuk mereka)
Ada banyak alasan pribadi dari setiap pembeli untuk tidak membeli suatu properti dimana artinya JIKA SEGMEN PEMBELINYA TEPAT TENTU DIA AKAN MENGATAKAN PROPERTI YANG KITA PASARKAN TEPAT UNTUK YANG BERSANGKUTAN.
Jadi bisa kita tarik kesimpulan :
TIDAK ADA PROPERTI YANG TIDAK TEPAT SEJAUH KITA MEMASARKAN PROPERTI TERSEBUT KE SEGMEN YANG TEPAT.
Dengan mindset tersebut di atas, sebagai agen properti tentu tidak akan lagi beranggapan ada properti yang buruk atau tidak tepat melainkan SELALU MENCARI SEGMEN YANG TEPAT untuk setiap properti yang dipercayakan kepada agen properti yang bersangkutan.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.
HANYA COWOK MISKIN YANG MENGATAKAN CEWEK ITU MATRE
Saya sempat tertawa saat membaca tulisan tersebut ketika teman saya menunjukkannya kepada saya.
Bagi saya pribadi, ungkapan itu sama sekali tidak tepat karena kata MATRE / MATERIALISTIS sendiri sudah berarti selalu menilai semuanya dari segi material dan dalam hal ini adalah uang. Jadi saya pribadi menganggap ungkapan tersebut hanya sebagai kata-kata lucu saja.
Tetapi yang menarik adalah bahwa di dalam dunia properti ternyata teknik penyajian kata-kata tersebut hampir mirip dengan yang selama ini menjadi mindset saya di dunia properti yaitu :
SEGMEN PEMBELI YANG TIDAK TEPAT AKAN MENGATAKAN PROPERTI YANG KITA PASARKAN TIDAK TEPAT UNTUK MEREKA.
Segmen yang tidak tepat di sini bisa berarti tidak tepat dari sisi harga, selera, dll sehingga segmen tersebut sering memberikan istilah properti yang buruk (untuk mereka)
Ada banyak alasan pribadi dari setiap pembeli untuk tidak membeli suatu properti dimana artinya JIKA SEGMEN PEMBELINYA TEPAT TENTU DIA AKAN MENGATAKAN PROPERTI YANG KITA PASARKAN TEPAT UNTUK YANG BERSANGKUTAN.
Jadi bisa kita tarik kesimpulan :
TIDAK ADA PROPERTI YANG TIDAK TEPAT SEJAUH KITA MEMASARKAN PROPERTI TERSEBUT KE SEGMEN YANG TEPAT.
Dengan mindset tersebut di atas, sebagai agen properti tentu tidak akan lagi beranggapan ada properti yang buruk atau tidak tepat melainkan SELALU MENCARI SEGMEN YANG TEPAT untuk setiap properti yang dipercayakan kepada agen properti yang bersangkutan.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.
Sunday, October 20, 2013
BERAWAL DARI MINDSET
2012 adalah tahun spesial buat saya pribadi. Akhir tahun 2012 saya kembali menggeluti bidang bisnis baru yang sama sekali berbeda dari bidang bisnis saya sebelumnya. Jika sebelumnya saya menggeluti bidang bisnis IT maka pada tahun 2012 saya menggeluti bidang bisnis Property Agent.
Perubahan bidang bisnis ini juga bukan hal baru bagi saya tetapi kembali saya menemukan satu kenyataan yang mempertegas pemahaman saya bahwa APAPUN BIDANG BISNISNYA, SEMUA BERAWAL DARI MINDSET.
Perbedaan bidang bisnis ini otomatis juga menuntut mindset yang berbeda. Dalam bidang Property Agent, mindset yang pertama kali harus dimiliki oleh seorang Property Agent adalah :
Saya adalah seorang Property Agent. Tugas saya adalah MEMASARKAN properti yang DIPERCAYAKAN kepada saya kepada SEGMEN YANG TEPAT.
Jika kita perhatikan mindset di atas, maka kita bisa menemukan 3 poin penting sebagai berikut :
1. Tugas seorang Property Agent adalah MEMASARKAN (BUKAN sekedar MENJUAL).
2. Seorang Property Agent harus menyadari bahwa listing yang harus dipasarkan merupakan bentuk KEPERCAYAAN dari pemilik properti kepada Property Agent yang bersangkutan.
3. Setelah dipercaya untuk memasarkan properti oleh pemilik properti, Tugas seorang Agent Property adalah MENEMUKAN SEGMEN YANG TEPAT untuk mendapatkan peminat atas properti tersebut.
Jika melihat definisi mindset sendiri (sikap mental yang mapan yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang) maka sudah seharusnya seorang Property Agent benar-benar concern dalam memahami bahkan menghayati mindset tersebut.
Dan jika kita sepakat pada judul dari artikel ini (Berawal Dari Mindset) maka kita juga sepakat bahwa mindset yang benar merupakan awal yang benar dan awal yang benar akan memberikan pola pikir dan perilaku yang benar, demikian pula sebaliknya.
Semoga artikel singkat ini bermanfaat buat anda.
Perubahan bidang bisnis ini juga bukan hal baru bagi saya tetapi kembali saya menemukan satu kenyataan yang mempertegas pemahaman saya bahwa APAPUN BIDANG BISNISNYA, SEMUA BERAWAL DARI MINDSET.
Perbedaan bidang bisnis ini otomatis juga menuntut mindset yang berbeda. Dalam bidang Property Agent, mindset yang pertama kali harus dimiliki oleh seorang Property Agent adalah :
Saya adalah seorang Property Agent. Tugas saya adalah MEMASARKAN properti yang DIPERCAYAKAN kepada saya kepada SEGMEN YANG TEPAT.
Jika kita perhatikan mindset di atas, maka kita bisa menemukan 3 poin penting sebagai berikut :
1. Tugas seorang Property Agent adalah MEMASARKAN (BUKAN sekedar MENJUAL).
2. Seorang Property Agent harus menyadari bahwa listing yang harus dipasarkan merupakan bentuk KEPERCAYAAN dari pemilik properti kepada Property Agent yang bersangkutan.
3. Setelah dipercaya untuk memasarkan properti oleh pemilik properti, Tugas seorang Agent Property adalah MENEMUKAN SEGMEN YANG TEPAT untuk mendapatkan peminat atas properti tersebut.
Jika melihat definisi mindset sendiri (sikap mental yang mapan yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang) maka sudah seharusnya seorang Property Agent benar-benar concern dalam memahami bahkan menghayati mindset tersebut.
Dan jika kita sepakat pada judul dari artikel ini (Berawal Dari Mindset) maka kita juga sepakat bahwa mindset yang benar merupakan awal yang benar dan awal yang benar akan memberikan pola pikir dan perilaku yang benar, demikian pula sebaliknya.
Semoga artikel singkat ini bermanfaat buat anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)